Minggu, 11 November 2012

Deary

Dear Deary,,


Aku sekarang bagaikan kertas lusuh. Kertas lusuh yang tidak diperhatikan oleh siapapun. Dicaci maki oleh siapapun dan dimanapun. Kertas itu hanya dapat berdiam diri dan menerima semua itu dengan lapang dada. Tapi, ketika semua orang tidak memperhatikannya, dia menangis. Mencurahkan semua isi hatinya kepada Tuhan. Karena hanya Tuhan lah yang dapat mendengarkannya.Tuhan !!Kini aku pasrah kepadamu ..Sebagai kertas kecil yang lusuh ..Dimana setiap orang memandangku dengan tatapan tajam ..Tidak ada sekalipun yang memandangku dengan tatatpan lembut ..Tuhan !!Bahkan kedua orang tuaku ..Yang seharusnya menjaga kertas lusuh itu ..Ikut memakinya bahkan mencampakkannya ..Tuhan !!Sekarang aku pasrah kepadamu ..Sebagai kertas kecil yang lusuh ..Tuhan !!Ijinkan aku tidur ..Dan kelak akan bangun ...Aku sebagai kertas lusuh itu ..Berada di sisi-Mu selamanya ..x

Sabtu, 10 November 2012

Naruto 413


Pertarungan antara team taka dan killer bee masih berlanjut. Killer bee mulai berubah menjadi siluman gurita (seperti Naruto yang bertarung di lembah kematian bersama Sasuke) dan Sasuke menyadari hal itu. Killer bee siap memukul Sasuke, sedangkan Sasuke mengaktifkan sharingannya. Alhasil, Sasuke berhasil melewati serangan Killer bee. Killer bee heran akan hal itu karena tidak ada yang bisa menghindar dari serangannya kecuali kakaknya—raikage. Karena menyerang pemimpin team taka gagal, killer bee menyerang anggota tema taka—Karin, Suigetsu, dan Juugo. Juugo langsung mengetahui sasaran selanjutnya jinchuriki tersebut dan segera membantu rekannya untuk menghindar dengan kekuatan yang diberikan orochimaru. Akan tetapi kekuatan yang dimiliki sang jinchuriki cukup besar membuat team taka terpental.
“Apa kalian baik – baik saja?” tanya Sasuke yang mulai keletihan.
“Ya.” Karin mewakiliki jawaban teman – temannya.
“Karin!! rasakan cakranya dan antisipasi setiap gerakannya. Pantau terus posisinya dan beri tahu dimana dia berada.” sebelum Karin memberi tahu, tiba – tiba saja killer bee muncul dan menyerang Sasuke. Secepat kilat Sasuke mulai mengaktifkan Mangekyou Sharingan dan killer bee terperangkap kedalamnya. Tapi sayangnya itu hanya sebuah trik dari killer bee. Killer bee langsung menyerang bagian dada Sasuke hingga hancur. Ketiga teman Sasuke memandang dengan tidak percaya. Juugo segera menangkap Sasuke yang terlempar tak berdaya.
“Bagian dada dan lehernya hancur.” ujar Juugo dan tiba – tiba teringat pada perkataan Kimimarou.
Karin telah bersiap – siap untuk mengobati Sasuke, akan tetapi Juugo melarangnya.
“Tidak apa – apa Karin. Biar aku saja. Kau tidak memiliki cukup cakra. Aku akan bergabung dengan tubuhnya dan memberinya sebagian tubuh dan cakraku.”
“Ilusi tidak akan berhasil pada jinchuuriki yang dapat mengendalikan monster yang ada pada diri mereka.” killer bee mulai berubah menjadi monster ekor 8hachibi. Team taka terkejut akan munculnya hachibi.

TBC

Rabu, 10 Oktober 2012

Verifikasi Kota Sehat Propinsi Jawa Timur


Verifikasi Kota Sehat Propinsi Jawa Timur
Rabu, 12 September 2012

Kota Probolinggo kembali menunjukkan prestasinya. Untuk kesekian kali dalam medio satu tahun, Kota Probolinggo masuk kedalam nominasi penghargaan yang prestisius. Kali ini Kota berjuluk “Kota Seribu Taman” ini kedatangan Tim Verifikasi Kota Sehat dari Propinsi Jawa Timur. Kedatangan tim ini untuk meninjau titik-titik lokasi yang menjadi indikator Kota Sehat.

Kedatangan Tim Verifikasi ini diterima di gedung Puri Manggala Bhakti dan disambut oleh Asisten Perekonomian, Matalil. Acara di gedung tersebut diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Bappeda Kota Probolinggo, Sanusi Sapuwan. Acara dilanjutkan dengan pemaparan tentang Kota Sehat oleh Sukardi Mitho dan tinjauan lokasi.

Tim ini kemarin (11/9) dipimpin oleh Edi Basuki SKM, M.Si (Ketua Tim Verifikasi Program Kota Sehat Propinsi) beranggotakan: Widati, Kusuma Mukti, T H Arifin, Panum, Arya Pramudya, Wiwin Dwi Kusnaeni, Ahmad dan Heriman terbagi menjadi 3 tim. Tim I bertugas untuk meninjau kawasan untuk ketahanan pangan dan gizi, pelayanan transportasi dan lalu lintas. Kemudian Tim II bertugas untuk meninjau tatanan kehidupan masyarakat sehat yang mandiri dan kehidupan sosial yang sehat. Sedangkan Tim III bertugas untuk meninjau tatanan permukiman, sarana prasarana sehat, industri dan perkantoran sehat.

Pada sesi pesan dan kesan dari Tim Verifikasi Kota Sehat Propinsi disampaikan bahwa dari hasil tinjauan tim verifikasi Kota Sehat terhadap Kota Probolinggo secara umum sudah sangat baik. Akan tetapi masih membutuhkan beberapa upaya tindak lanjut agar lebih sempurna. Menurut Tim Verifikasi tersebut hal-hal yang perlu diperbaiki antara lai;

1.    Mengenai kebersihan dan kelayakan tempat penampungan sampah di pasar baru, sinkronisasi kegiatan dengan berbagai pihak terutama swasta agar pencapaian lebih cepat dan optimal,
2.    Perlu adanyan pengujian kelayakan kendaraan pada kendaraan pemerintah,
3.    Perlu adanya surat edaran untuk menindaklanjuti peraturan/ kebijakan Walikota tentang penganekragaman pangan lokal,
4.    Pada TPA Permata perlu disediakan alas dan tempat tidur pada kamar tidur bagi anak-anak,
5.    Tim Verifikasi belum menemukan IPAL yang dikelola oleh pihak swasta,
6.    Belum adanya (alat) pemantauan udara ambein pada lokasi-lokasi di Kota Probolinggo khususnya di kawasan industri,
7.    Perlu adanya dana/ anggaran terkait Program Kota Sehat yang berasal dari kegiatan CSR pihak swasta dan partisipasi masyarakat.

Selebihnya dari 10 indikator Industri dan Perkantoran Sehat yang telah dilaksanakan sudah menunjukkan hasil yang baik. Matalil yang bertindak mewakili Walikota Probolinggo, HM Buchori, berharap bahwa masukan dan penilaian dari Tim Verifikasi Kota Sehat ini mampu menjadikan Kota Probolinggo sebagai yang terbaik diantara yang terbaik dalam program Kota Sehat Propinsi Jawa Timur. Semoga!

Upacara HUT Kota Probolinggo Baju Asat dan Bahasa Madura


Upacara HUT Kota Probolinggo Baju Asat dan Bahasa Madura
Senin, 17 September 2012 13:20 WIB

TRIBUNJATIM.COM,PROBOLINGGO—Upacara bendera memperingati hari jadi KotaProbolinggo, ke 653, yang jatuh 4 September, berlangsung cukupunik.
Seluruh peserta upacara dan undangannya mengenakan pakaian adat pendalungan. Tidak hanya itu, upacara yang berlangsung Senin (17/9/2012), juga menggunakan bahasa madura sebagai bahasa pengantar dalam upacara tersebut.
Suasana upacara yang tidak lazim itu, sempat menjadi bahan tertawan peserta dan undangan serta warga kota yang menyaksikan prosesi  upacara tersebut. Bahkan pemimpin upacara, wali kota HM. Buchori, sempat  kebingungan mencari kalimat yang pas untuk mengungkapkan sesuatu, saat sedang menyampaikan sambutan. 
Kelucuan juga terjadi tatkala komandan upacara, Kabag Pembangunan Masykur, menyampaian laporan kepada pemimpin upacara. Saking semangatnya memberi laporan kesiapan upacara ke wali kota, dengan logat dan dialek bahasa madura, kumis pasangan yang dikenakannya, miring. 
Tidak hanya itu, Masykur juga kesulitan berjalan saat menuju podium, tempat pemimpin upacara, yang berjarak sekitar 30 meter. Gaya berjalannya tidak seperti kesehariannya, sebab clurit yang terselip diperutnya, mengganggu langkah kakinya.
“Lapor, upacara ngak ngengak eh areh kededdien kottah Probolinggo sing kapeng nem atos seket telok (653) taon 2012, se-kaleresan bereng tanggel settong bulen tekepek taon 1433, siap e molaen. Laporan lastareh,” begitu ucap komandan upacara saat melapor ke pemimpin upacara. 
Mendengar laporan seperti itu, pemimpin upacara menjawab, “Terus agi,” ucap HM Buchori.

Usai melapor, Maskur kembali ke tempat.  Artinya, lapor, upacara memperingati gari jadi Kota Probolinggo ke 653 tahun 2012 yang bersamaan atau berbarengan dengan tanggal 1 bulan Dzulqaidah (Selo, Jawa) tahun 1433 Hijriyah, siap dimulai. Laporan selesai,” begitu ucap komandan upacara saat melapor ke pemimpin upacara. Mendengar laporan seperti itu, pemimpin upacara menjawab, “Terus agi,” ucap HM Buchori. Usai melapor, Maskur kembali ke tempat. 
Mendengar dialog upacara yang begitu, spontan peserta dan undangan yang mengerti bahasa  madura, g tertawa. Sedang peserta dan undangan yang tidak mengerti dialog laopran komandan dengan pemimpin upacara, hanya tolah-toleh ke kiri kana, kebingungan. 

Mereka kemudian bertanya ke peserta yang lain,  Upacara yang dilgelar di alun-alun dan dimulai pukul 8.00 wib itu, berlangsung  singkat. Sebab tidak ada acara pengibaran bendera dan menyanyikan lagu Indonesia Raya serta mengheningkan cipta. Upacara yang didominasi warna merah dan hitam itu diikuti sekitar  500-san. Terdiri dari perwakilan satker, lima camat dan 19 lurah yang ada di wilayah Kota setempat.
Sebagai peserta undangan, 30 anggota DPRD, Mispida, Muspika serta tokoh agama dan masyarakat. Mereka seluruhnya menganakan pakaian adat pedalungan. Seperti, pakaian sakera (adat madura), kebaya, bahkan peserta dari etnis cina yang memakai pakaian ada cina serta etnis arab, yang mengenakan jubah dab surban.
Sedang pemimpin atau inspektur dan komandan  upacara mengenakan pakaian adat madura yang diresmikan sebagai pakaian jawa timur. Mereka mengenakan pesak berwarna hitam (Celana gombor dan pakaian tanpa krah dengan dua saku di bagian bawahnya). Sedang pakaian dalamnya berupa kaos lorek atau garis-garis melintang berwarna merah dan putih.
Tidak hanya itu, pembawa acara, dan penabuh drumband (Bedug inggris) juga mengenakan pakaian yang sama (Pakaian sakera). Begitu juga dengan para undangan yang terdiri dari 30 anggota DPRD setempat, Komanan Kodim 0820 dan Kapolres Probolinggo, Kepala Kejaksaan dan Ketua Pengadilan. 
Usai upacara wali kota menyerahkan berbagai pengharkaan ke siswa dan pegawai yang berprestasi. Dalam kesempatan itu,  HM. Bukhori juga melepas burung dan merpa.

Sumber           : Surya
Reporter          : Agus Purwoko
Editor               : Yoni

Pemberian Bantuan Dalam Rangka HUT Kota Probolinggo ke-653


Pemberian Bantuan Dalam Rangka HUT Kota Probolinggo
ke-653
Jum’at, 14 September 2012
 
Hari jum’at sore (14/9) bertempat di Taman Wisata Study Lingkungan (TWSL) Pemerintah Kota Probolinggo, dalam hal ini Dinas Sosial, Dinas Koperindag dan Badan Amil Zakat, memberikan bantuan kepada masyarakat miskin dan juru kunci Kota Probolinggo dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Probolinggo ke 653.

Kegiatan tersebut disambut antusias oleh warga penerima bantuan yang antara lain: 130 orang juru kunci makam yang menerima bantuan dari Dinas Sosial masing-masing sebesar Rp 450.000,-, bantuan peralatan dari Dinas Koperindag bagi 100 orang dan 449 anak yang menerima bantuan sebesar Rp 150.000,- dari Badan Amil Zakat (BAZ).

Acara tersebut dimulai dengan sambutan dari Walikota Probolinggo, HM Buchori. Dalam sambutannya, Walikota berharap agar bantuan tersebut dapat dimanfaatkan dengan seoptimal mungkin agar berdaya guna dalam jangka panjang.

Dalam kegiatan tersebut dihadiri juga antara lain: Wakil Walikota Probolinggo, Ketua Komisi C Dprd Kota Probolinggo, Sekretaris Daerah   Kota Probolinggo, Asisten Ekonomi Pembangunan Sekretaris    Daerah  Kota Probolinggo, Kepala  Badan / Dinas / Kantor / Bagian Di Jajaran Pemerintah  Kota  Probolinggo, Camat  Dan Lurah Se Kota Probolinggo.

Akhirnya acara pemberian bantuan tersebut berakhir pada pukul 15.30 dengan penyerahan secara simbolis oleh Walikota kepada perwakilan penerima.

Pelaksanaan MPS2 Episode 3 Tahun 2012

Pelaksanaan MPS2 Episode 3 Tahun 2012
Kamis, 11 September 2012


Morning On Panglima Sudirman Street(MPS2) periode III Tahun 2012  (10/09) kembali digelar sepanjang jalan Panglima Sudirman yang diisi dengan tampilan hiburan kesenian, penyaluran bantuan dan juga sosialisasi program oleh SKPD. Dalam event ini UMKM dan Swasta juga ikut serta dengan mengisi stand yang telah disiapkan. Adapun tema yang diangkat adalah “Dengan Semangat Tali Silaturahim Kita Kembangkan Ekonomi Kerakyatan dan Pemberdayaan UKM.

MPS2 merupakan sebuah terobosan kebijakan Pemerintah Kota Probolinggo untuk menggerakkan sektor riil yang melibatkan seluruh pelaku ekonomi di daerah Kota Probolinggo, baik itu pengusaha besar, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), dan seluruh lapisan masyarakat.Event yang bertajuk Morning On Panglima Sudirman Street / Pagi di sepanjang Jalan Panglima Sudirman bertujuan untuk menggerakkan perekonomian masyarakat Kota Probolinggo dengan memberikan kesempatan kepada pelaku usaha (UMKM-PKL) dalam meningkatkan pemasaran produknya sehingga mereka lebih kreasi dan berinovasi dalam mengembangkan produknya. Sementara salah satu manfaatnya untuk meningkatkan kegiatan perekonomian daerah yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi.

“MPS2 ini digagas oleh Pemerintah Kota sebagai sebuah inovasi yang tidak hanya untuk meningkatkan perekonomian, akan tetapi juga untuk menumbuhkan seni dan budaya Probolinggo dengan berbagai tampilan hiburan kesenian serta juga bidang sosial kemasyarakatan dengan pemberian bantuan kepada masyarakat” terang Sanusi Sapuwan, orang nomor satu di Bappeda.

Sementara itu, perputaran uang yang terjadi pada acara MPS2 ini mencapai satu milyar lebih.Menurut data dari Bappeda, bahwa perputaran uang pada penyelenggaraan MPS2 kali ini sebesar Rp. 1.232.675.000,- dan omzet sebesar Rp. 310.873.000,-. Hal ini tentunya berjalan selaras dengan harapan dari Pemkot Probolinggo untuk menggerakkan sektor riil perekonomian khususnya bagi UMKM dan juga PKL.

Dalam gelar MPS2 ini, juga  dilakukan pengisian kuisioner yang diberikan terhadap 222 orang responden terkait dengan seberapa perlunya MPS2 ini diadakan. Ternyata dari hasil rekapitulasi, 100% respon masyarakat menyatakan bahwa MPS2 ini masih perlu diadakan sebagai sebuah acara rutin yang diselenggarakan oleh Pemkot Probolinggo.Sedangkan pada poin pertanyaan kemanfaatan penyelenggaraan MPS2 99,1 % menyatakan bahwa ternyata MPS2 ini bermanfaat dan hanya 0,9% yang menyatakan bahwa MPS2 ini tidak bermanfaat.



Rabu, 03 Oktober 2012

Lirik Lagu Because I'm Stupid


-Because I'm Stupid-
oleh: Ss501

Nae meoriga neomuna nappaseo
Neo hanapakke nan moreugo
Tareun sarameun pogoittneun neon
Ireon naema-eumdo moreugettji
Neoui harue naran eoptgettji
Tto chu'eokjoch'a eoptgettjiman
Neoman paraman pogoittneun nan
Chakku nunmuli heureugoisseo
Neoui dwaetmoseubeul poneungeotdo nan haengbokiya
Ajik naui ma-eumeul mollado
Kkeutnae seuch'ideusi kado

Niga neomu pogosip'eun nalen
Neomu kyeondigi himdeul naleneun
Neoreul saranghanda ipgae maemdola
Honja dasi tto CRYING FOR YOU
Honja dasi tto MISSING FOR YOU
Baby! I love you! I'm waiting for you!

Neoui harue nan eoptgettji
Tto kieokjoch'a eoptgettjiman
Neoman paraman pogoittneun nan
Honja ch'ueokeul mandeulgo isseo

Naegen sarangiran areumdaun sangch'eokat'a
Neoui yeppeun misoreul poado
Hamkke nan utjido mothae

Niga neomu saenggaknaneun nalen
Kaseum sirigo seulp'eun naleneun
Niga pogosip'ta ipgae maemdola
Honja dasi tto CRYING FOR YOU
Honja dasi tto MISSING FOR YOU
Baby! I love you! I'm waiting for you!

Bye, bye, never say goodbye
Ireohke chapji mothajiman
I need you amu maldo mothae I want you
Paraedo dasi paraedo

Niga neomu pogosip'eun nalen
Neomu kyeondigi himdeul naleneun
Neoreul saranghanda ipgae maemdola
Honja dasi tto CRYING FOR YOU

Niga neomu saenggaknaneun nalen
Kaseum sirigo seulp'eun naleneun
Niga pogosip'ta ipgae maemdola
Honja dasi tto CRYING FOR YOU
Honja dasi tto MISSING FOR YOU
Baby! I love you! I'm waiting for you!